ashfest 2026 2 Asfest 2026
Dewan Tahsinul Qur'an (DTQ)

Lantunan di Bawah Rahmat Hujan: Rezki Renri Sipahutar Tuntaskan Sidang Tasmi’ 3 Juz di Aula Hj. Sunenti Ash-Shiddiqiyyah

DTQ · Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Di tengah rintik hujan yang membawa kesejukan di kompleks pesantren, seorang santri remaja duduk tegar di atas panggung sidang, membuktikan bahwa ribuan ayat suci mampu dipertanggungjawabkan hafalannya secara utuh sekali duduk tanpa membuka lembaran mushaf.

Suasana khidmat menyelimuti Aula Hj. Sunenti di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Ash-Shiddiqiyyah pada Jumat, 22 Mei 2026. Berdasarkan dokumentasi resmi kanal YouTube Santri Ash-Shiddiqiyyah, sebuah perhelatan akademik dan spiritual penting kembali digelar melalui Sidang Tasmi’ Hifdzil Qur’an 3 Juz Sekali Duduk. Santri yang menjalani ujian verifikasi hafalan kali ini adalah Ananda Rezki Renri Sipahutar, siswa kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) Unggulan sekaligus santri Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah.

Sidang tasmi’ bil ghaib ini menuntut konsentrasi tinggi karena dilakukan secara berkesinambungan sekali duduk (majlis wahid) mencakup tiga juz sekaligus: Juz 1, Juz 2, dan Juz 30. Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara Muhammad Zaki Alfikri. Di barisan kursi depan, kedua orang tua Ananda Rezki hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moril dan menyaksikan perjuangan putra tercinta. Meja pengujian dipimpin oleh dewan penyidang utama, yakni Ustaz Ariq Alfalah Yusuf, yang menyimak setoran hafalan dengan cermat. Perhelatan ini turut disaksikan oleh para penasihat dan jajaran asatidz yayasan, di antaranya KH. Ahmad Yani Nafis HM, Ustaz Sugianto, Ustaz H. Beni Firdaus, Ketua DTQ Ash-Shiddiqiyyah Ustaz Irfan Mahendra, Ustaz Syahir Syahrudin, dan Ustaz Edi Hamdi WHD.

Ujian dimulai ketika Rezki melafalkan ta’awwudz dan basmalah, membuka Surah Al-Fatihah lalu menyambungnya dengan awal Surah Al-Baqarah pada Juz 1. Aliran ayat demi ayat terdengar tartil dan mengalir lancar di bawah bimbingan penyidang. Usai menuntaskan Juz 1, pengujian berlanjut tanpa jeda panjang ke Juz 2, yang mencakup ayat-ayat hukum dan kisah pengalihan kiblat hingga pensyariatan puasa. Rangkaian tasmi’ kemudian ditutup dengan penyimakan Juz 30 secara utuh dari Surah An-Naba’ hingga Surah An-Nas di bawah pengawasan dewan penguji.

Membaca dan melafalkan Al-Qur’an secara tertib, jelas makhrajnya, serta penuh kekhusyukan merupakan perintah langsung dari Allah ta’ala di dalam kitab-Nya:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (QS. Al-Muzzammil: 4).

Kemudahan Al-Qur’an untuk dihafal dan diresapi maknanya telah dijaminkan sebagai bahan peringatan bagi umat manusia:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Dedikasi seorang remaja dalam menjaga kalam Ilahi merupakan wujud perniagaan batin yang tidak akan pernah merugi:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ۝ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29–30).

Keutamaan melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dilipatgandakan pahalanya pada setiap huruf yang terucap, sebagaimana sabda Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat semisalnya.” (HR. At-Tirmidzi No. 2910, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu).

Lebih agung dari itu, Al-Qur’an yang dijaga hafalannya akan hadir membela pembacanya di yaumil akhir:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim No. 804, dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu).

Bagi orang tua yang setia mendampingi dan memfasilitasi anaknya dalam menuntut ilmu agama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan anugerah mahkota kemuliaan di akhirat:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا

“Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat, yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia.” (HR. Abu Dawud No. 1453, dari Mu’adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu).

Begitu Surah An-Nas tuntas dilafalkan, suasana majelis diliputi rasa syukur yang mendalam. Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Syahir Syahrudin S.Ag. Lantunan doa Allahummarhamna bil Qur’an dipanjatkan secara serempak, memohon keberkahan bagi hafalan Ananda Rezki serta limpahan rahmat Allah seiring turunnya hujan lebat di luar aula.

Sesi taujih “Spirit of Al-Qur’an” kemudian disampaikan oleh Penasihat Yayasan, KH. Ahmad Yani Nafis HM. Dalam uraiannya yang bernas, komunikatif, dan diselingi humor khas pesantren, beliau mengingatkan para santri tentang pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu. Beliau membandingkan etos kedisiplinan global dengan realitas keseharian santri, menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus ditopang oleh keikhlasan dan kedisiplinan beribadah. Beliau berpesan agar para santri menghargai waktu, menghormati guru, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai penenang jiwa di segala situasi.

Dalam tradisi pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, ujian hafalan dengan metode tasmi’ di hadapan para asatidz berakar pada prinsip transmisi talaqqi dan musyafahah. Mengutip ajaran Imam an-Nawawi dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, Al-Qur’an adalah amanah sanad yang harus disetorkan secara lisan kepada guru yang mutqin agar terpelihara dari kesalahan tajwid dan makhraj. Prosesi ini mendidik santri untuk memiliki kerendahan hati (tawadhu’) dan kesadaran bahwa hafalan Al-Qur’an menuntut penjagaan muraja’ah secara kontinu sepanjang hayat.

Ditinjau dari perspektif psikologi kognitif remaja (adolescent cognitive psychology), keberhasilan seorang santri tingkat MA menyelesaikan tiga juz secara maraton tanpa teks memperlihatkan kematangan fungsi eksekutif otak dan ketahanan atensi (sustained attention). Pada fase remaja akhir, kapasitas memori kerja (working memory) dan kontrol inhibisi diuji secara optimal di bawah tekanan evaluasi publik. Kemampuan Rezki duduk tenang selama berjam-jam mempertahankan fokus mencerminkan terbentuknya ketetapan regulasi diri (self-regulation) dan ketabahan mental (grit) yang ditempa melalui habituasi harian di asrama pesantren.

Menjelang akhir acara, doa penutup dipimpin oleh Ustaz Edi Hamdi WHD. Beliau menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Ananda Rezki Renri Sipahutar serta kedua orang tuanya. Ustaz Edi mengingatkan seluruh santri bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari tiga kunci utama: istiqamah dalam muraja’ah, ketundukan disimak oleh guru, dan ketergantungan mutlak kepada doa kepada Allah ta’ala.

Sidang tasmi’ 3 juz yang dijalani Rezki Renri Sipahutar di Aula Hj. Sunenti membuktikan bahwa ketekunan belajar di pesantren mampu melahirkan generasi muda yang tangguh secara spiritual dan intelektual.

Ujian di atas panggung telah paripurna, namun perjalanan merawat kalam Ilahi baru saja melangkah ke lembar berikutnya: menjaga ayat-ayat suci tersebut tetap hidup di dalam dada dan menuntun langkah pengabdian di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *