ashfest 2026 2 Asfest 2026
Dewan Tahsinul Qur'an (DTQ)

Lompatan Hebat dari 3 ke 5 Juz dalam 1 Bulan! Si Mungil Maharani Shakila Azzahra Tuntaskan Sidang Tasmi’ 5 Juz Sekali Duduk di PPTQ Ash-Shiddiqiyyah

DTQ · Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Menambah hafalan dua juz bagi orang dewasa saja sering butuh waktu berbulan-bulan, tapi bagaimana jadinya kalau seorang santriwati cilik usia sekolah dasar sanggup melompat dari 3 juz menjadi 5 juz dan langsung menyetorkannya sekali duduk hanya dalam waktu satu bulan di pondok?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ayah Bunda dan sahabat pendidik yang berbahagia!

Ada kabar yang luar biasa menggembirakan dan bikin kita semua berdecak kagum dari Masjid Ash-Shiddiqiyyah di lingkungan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ash-Shiddiqiyyah. Sorot mata para guru, wali santri, dan dewan asatidz kembali tertuju pada sosok santriwati cilik yang penuh prestasi, Adinda Maharani Shakila Azzahra. Mengenakan busana muslimah yang rapi, ananda dengan penuh ketenangan melangkah ke atas panggung untuk menjalani agenda resmi Sidang Tasmi’ Hifdzil Qur’an 5 Juz Sekali Duduk.

Inilah fakta keunikan yang sangat istimewa dari perjalanan ananda di PPTQ Ash-Shiddiqiyyah. Bila sebulan sebelumnya Maharani baru saja menuntaskan sidang tasmi’ 3 juz, maka hanya dalam kurun waktu satu bulan berikutnya di pondok, ananda berhasil menambah dan memantapkan hafalannya hingga melompat menjadi 5 juz penuh! Hebatnya lagi, kelima juz tersebut langsung disetorkan secara maraton dalam sekali duduk (majlis wahid) tanpa melihat mushaf.

Materi lima juz yang diujikan dalam sidang ini pun bukan main-main bobotnya. Maharani melantunkan rangkaian hafalan dari Juz 26, Juz 27, Juz 28, Juz 29, hingga Juz 30. Ujian dimulai dari awal Surah Al-Ahqaf di Juz 26, berlanjut menyusuri surah-surah agung seperti Surah Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Qaf, Adz-Dzariyat, Ath-Thur, An-Najm, Al-Qamar, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Hadid, rentang surah musabbihat di Juz 28, kemegahan Juz 29, hingga ditutup tuntas dengan Juz 30 sampai Surah An-Nas. Dewan juri penyidang tunggal yang menyimak setoran marathon ini, yakni Al Ustaz Ariq Alfalah Yusuf, mengawal setiap ayat dengan saksama.

Prestasi mengagumkan ini tentu tidak lepas dari berkah keteladanan di dalam keluarganya. Maharani merupakan adik kandung dari Adinda Nurhilmillah Aini—sang kakak tercinta yang merupakan siswi Madrasah Aliyah Unggulan dan santriwati berprestasi yang juga telah menyelesaikan sidang tasmi’ lima juz. Melihat sang kakak tekun memegang mushaf setiap hari menjadi suntikan semangat alami bagi Maharani untuk membuktikan bahwa usia cilik bukanlah penghalang untuk meraih capaian hafalan yang tinggi.

Sebagai guru sekolah dasar Islam terpadu, kita melihat sendiri betapa dahsyatnya potensi memori anak-anak di usia emas (golden age). Ketika fitrah anak diarahkan pada ekosistem yang tepat, hafalan Al-Qur’an meresap begitu cepat dan lekat di dalam dada. Hal ini sejalan dengan janji Allah ta’ala di dalam Kitab Suci:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Ketekunan seorang anak yang mendedikasikan waktu bermainnya untuk memeluk kalam Ilahi adalah wujud perniagaan spiritual yang pahalanya tidak akan pernah merugi:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ۝ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29–30).

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menegaskan derajat kemuliaan orang-orang yang mempelajari kalam-Nya:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari No. 5027).

Dan di akhirat kelak, bacaan yang dijaga oleh bibir-bibir mungil para penghafal Al-Qur’an ini akan datang memberikan pembelaan nyata:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim No. 804).

Begitu Surah An-Nas selesai dibacakan dan dewan penyidang menyatakan tasmi’ telah paripurna, rasa syukur mendalam menyelimuti seluruh ruangan. Pembawa acara menyampaikan pesan menyentuh bahwa kemuliaan hubungan seorang hamba dengan Al-Qur’an bukan sekadar tentang seberapa banyak ayat yang berhasil dihafal, melainkan bagaimana ayat-ayat suci tersebut mampu membimbing hati, tutur kata, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Majelis kemudian ditutup bersama-sama dengan membaca hamdalah.

Kisah manis Maharani Shakila Azzahra di PPTQ Ash-Shiddiqiyyah bersama sang kakak, Nurhilmillah Aini (telah lulus dari Madrasah Aliyah Unggulan) di Ash-Shiddiqiyyah, membuktikan bahwa sinergi antara bimbingan guru yang telaten dan teladan hangat di dalam keluarga mampu melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an yang saling menguatkan.

Semoga lima juz yang telah terpatri kokoh ini menjadi jalan pembuka bagi ananda untuk menyempurnakan hafalan 30 juz mutqin demi membahagiakan kedua orang tua di dunia dan akhirat.

📸 Galeri Liputan

×

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *