Menuju Puncak Pemilos Ash-Shiddiqiyyah 2026: Siswa Diingatkan Gunakan Hak Pilih Secara Rasional
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS
Periode 2026/2027
Memilih pemimpin di tingkat sekolah sering kali dianggap sekadar rutinitas tahunan atau ajang popularitas. Padahal, memberikan suara adalah simulasi paling nyata dari bagaimana kita belajar menyerahkan amanah dan mengambil keputusan yang berdampak pada lingkungan kita sendiri.
Menyusul selesainya agenda debat kandidat, Panitia Pemilihan OSIS (Pemilos) Ash-Shiddiqiyyah secara resmi mengeluarkan undangan terbuka bagi seluruh siswa untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2026/2027. Undangan ini menjadi penanda bahwa masa penentuan telah tiba.
Setelah menyaksikan serunya adu gagasan dalam debat, kini saatnya menentukan arah OSIS satu tahun ke depan. Para siswa diharapkan mengenali program kerja masing-masing pasangan calon dan menggunakan hak pilih dengan bijak untuk memilih pemimpin yang berakhlakul karimah dan siap melayani.
Informasi Pelaksanaan Pemungutan Suara
- Hari, Tanggal: Rabu, 14 Oktober 2026
- Waktu: Pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB
- Tempat: Aula Hj. Sunenti Ash-Shiddiqiyyah
Daftar Kandidat:
- Nizham Hafizh El Kaamil (Kelas 11 MA U) & Dewi Ayu Lestari (Kelas 8 SMPIT)
- Rezky Renri (Kelas 11 MA U) & Dina Ma’rufa (Kelas 8 SMPIT)
- Muhammad Farel Lubis (Kelas 11 MA U) & Nur Adwa Azzahra (Kelas 8 SMPIT)
Dari sudut pandang nilai keislaman, proses pemilihan ini bukan sekadar urusan demokrasi prosedural, melainkan praktik langsung dari konsep Amanah. Menunjuk seseorang untuk mengurus kemaslahatan bersama adalah sebuah tanggung jawab. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
Dalam konteks psikologi sosial, partisipasi aktif dalam kegiatan seperti ini melatih remaja untuk keluar dari sikap apatis. Memilih untuk golput atau tidak peduli adalah sebuah kerugian (opportunity cost), karena arah kegiatan sekolah satu tahun ke depan akan diputuskan oleh mereka yang bersedia datang dan memilih. Jika siswa menginginkan program yang inovatif, disiplin, dan berakhlak, mereka harus memilih kandidat yang memiliki kapabilitas tersebut.