ashfest 2026 2 Asfest 2026
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ash-Shiddiqiyyah

Merajut Ceria dan Semangat Belajar: Mahasiswa STIT Darunnadwah Dampingi Santri TPQ Ash-Shiddiqiyyah

TPQ · Jumat, 9 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Mengajarkan anak-anak mencintai Al-Qur’an dan cinta tanah air tidak harus selalu lewat nasihat kaku di balik meja kelas; terkadang, selembar kertas mewarnai bertema kemerdekaan dan sebungkus hadiah sederhana dari kakak-kakak mahasiswa justru jauh lebih membekas di relung hati mereka.

Beranda kelas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Ash-Shiddiqiyyah yang dihiasi pilar-pilar warna-warni dan lukisan dinding edukatif tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan santri cilik berbusana muslim, mengenakan koko putih, gamis, serta kerudung rapi, berkumpul bersama sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darunnadwah yang mengenakan jas almamater biru kebanggaan dengan emblem logo kampus di bagian dada. Kehadiran para calon sarjana pendidikan Islam tersebut menjadi bagian dari agenda edukatif dan pengabdian masyarakat untuk memotivasi para santri dalam mempelajari Al-Qur’an.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, interaksi antara mahasiswa dan santri berlangsung penuh keakraban. Di atas meja kayu, tersusun deretan bingkisan makanan ringan yang dikemas cantik dengan plastik transparan berpita warna-warni. Beberapa santri putra dan putri tampak memegang bingkisan berlabel juara lomba dengan ekspresi wajah berseri-seri. Pada potret lainnya, seorang santri cilik berpeci hitam memperlihatkan karya mewarnai buatannya sendiri dengan tulisan bertema kemerdekaan: “HUT RI ke-81, Dirgahayu Indonesia”. Gambar tersebut memperlihatkan figur anak-anak mengenakan seragam pramuka memegang bendera merah putih di depan gedung sekolah, mencerminkan perpaduan nilai nasionalisme dan pendidikan karakter yang dihidupkan di lingkungan TPQ.

Para mahasiswa STIT Darunnadwah terlihat aktif mendampingi santri, berbincang santai, serta menyerahkan kado berpembungkus kertas motif secara langsung sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan keaktifan para santri selama kegiatan berlangsung. Di dinding latar belakang, terpasang papan bimbingan bertuliskan pengingat adab “Menjaga Lisan” dan stiker ruangan bertuliskan “Wawancara Pendidikan”, menandakan berlangsungnya kegiatan terstruktur yang memadukan observasi akademik tarbiyah dengan praktik pengajaran lapangan.

Kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam dalam membina generasi muda berakar kuat pada titah Allah ta’ala untuk saling menopang dalam kebajikan dan ketakwaan:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2).

Urgensi sebagian kalangan penuntut ilmu untuk terjun langsung mendalami agama lalu mengamalkannya demi kemaslahatan masyarakat ditegaskan pula dalam Al-Qur’an:

فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya?” (QS. At-Taubah: 122).

Kemuliaan para pendidik yang mendedikasikan waktu dan ilmunya membimbing anak-anak belajar membaca ayat suci ditegaskan langsung oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari No. 5027, dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu).

Pemberian bingkisan dan kado apresiasi kepada santri memiliki landasan sunnah yang sangat dianjurkan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan kedekatan emosional:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad No. 594, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Dalam tradisi pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, pendidikan Al-Qur’an tidak pernah dipisahkan dari kecintaan terhadap tanah air. Doktrin hubbul wathan minal iman—cinta tanah air adalah sebagian dari iman—yang diwariskan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama terpancar nyata melalui karya mewarnai kemerdekaan yang digoreskan santri cilik TPQ Ash-Shiddiqiyyah. Santri dididik untuk memahami bahwa menjaga Al-Qur’an berjalan seiring dengan menjaga persatuan dan kedamaian bangsa Indonesia. Keterlibatan mahasiswa perguruan tinggi Islam seperti STIT Darunnadwah mencerminkan nilai khidmah (pengabdian) kaum santri intelektual kepada masyarakat akar rumput, menyambung rantai tradisi keilmuan para kiai pesantren.

Ditinjau dari perspektif psikologi pendidikan dan teori belajar behavioristik (operant conditioning), pemberian hadiah berwujud (tangible reinforcement) seperti bingkisan makanan ringan dan kado memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi ekstrinsik anak usia dasar. Anak-anak yang menerima pengakuan atas hasil belajarnya mengalami peningkatan keyakinan diri (self-efficacy) dan rasa keterikatan yang positif terhadap lingkungan sekolah (school belonging). Pengalaman belajar yang menyenangkan mereduksi persepsi bahwa mengaji adalah rutinitas yang memberatkan, mengubahnya menjadi aktivitas bermakna yang dinantikan setiap hari.

Puncak dari kegiatan ini terletak pada terbangunnya hubungan batin yang hangat antara generasi penuntut ilmu: mahasiswa tarbiyah belajar menerapkan metodologi pengajaran langsung di lapangan, sementara santri TPQ memperoleh figur teladan yang menginspirasi mereka untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Usainya acara ditandai dengan sesi foto bersama di bawah lengkungan pilar beranda kelas. Hadiah yang dibawa pulang mungkin akan habis dalam hitungan hari, namun rasa dihargai dan kehangatan kebersamaan yang terpatri di hati para santri cilik akan terus menyalakan lentera semangat mereka untuk istiqamah membalik lembaran Al-Qur’an.

Dari beranda TPQ Ash-Shiddiqiyyah, kita menyaksikan bahwa masa depan umat dan bangsa dirajut dari ruang-ruang belajar yang ramah, di mana ilmu diajarkan dengan ketulusan dan anak-anak disambut dengan pelukan kasih sayang

📸 Galeri Liputan

×

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ash-Shiddiqiyyah Lainnya