Keseruan Eskul Robotik SDIT Ash-Shiddiqiyyah: Ketika Belajar Logika Seasyik Bermain Lego
Pemandangan menarik terlihat pada kegiatan ekstrakurikuler (eskul) Robotik di SDIT Ash-Shiddiqiyyah yang terdokumentasi pada 15 Oktober 2026. Di dalam sebuah ruang kelas bernuansa ungu dengan meja-meja belajar yang ditata rapi, anak-anak tidak sedang memegang pensil atau buku tulis. Meja mereka justru dipenuhi oleh kotak-kotak komponen, buku panduan manual bergambar, dan berbagai potongan mesin rakitan.Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus duduk diam. Di satu sudut meja, terlihat dua siswi berhijab sedang bekerja sama dengan serius. Satu anak memegang buku panduan langkah demi langkah, sementara temannya mencoba memasangkan komponen roda gigi ke kerangka berwarna putih dan biru. Di meja lain, dua siswi lainnya tampak fokus menyatukan bagian mesin yang dilengkapi baterai atau motor penggerak ke dasar roda. Komponen-komponen rakitan tambahan tampak disiapkan di dalam sebuah wadah kecil agar tidak tercecer.
Mereka tidak bekerja sendiri-sendiri. Merakit robot ini dirancang sebagai proyek tim. Hal ini terlihat jelas dari interaksi saling bantu saat memasang bagian yang butuh ketelitian. Hasil kerja keras ini pun membuahkan hasil. Tiga siswa laki-laki, yang rapi mengenakan peci hitam dan seragam biru bermotif, tampak tersenyum bangga memamerkan hasil karya mereka. Salah satu siswa berbaju merah di tengah memegang sebuah robot beroda empat yang sudah utuh, sementara dua temannya memberikan acungan jempol. Ada berbagai bentuk robot yang berhasil dirakit hari itu, mulai dari model mirip kendaraan taktis dengan sabuk roda (tread) layaknya tank, hingga kendaraan dengan rangka terbuka yang lebih ramping.Sekilas, mereka hanya terlihat seperti sedang bermain bongkar-pasang. Namun, esensi dari kegiatan ini jauh lebih dalam. Eskul robotik adalah cara paling membumi untuk mengajarkan anak tentang logika, mekanika dasar, dan pemecahan masalah (problem solving). Saat komponen A tidak pas disambungkan dengan komponen B, anak dipaksa untuk berpikir ulang, melihat kembali buku panduan, dan mencari letak kesalahannya. Ini melatih kesabaran dan daya nalar mereka. Ibarat menyusun puzzle, tapi puzzle yang satu ini bisa bergerak dan berfungsi ketika logika penyusunannya benar.
Dalam tradisi pendidikan Islam, memfungsikan akal untuk memahami alam dan teknologi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses menuntut ilmu. Al-Qur’an secara tegas meninggikan derajat mereka yang berilmu, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11, “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Ilmu di sini tidak hanya terbatas pada ilmu agama (ukhrawi), tetapi juga ilmu duniawi yang membawa manfaat, termasuk sains dan teknologi.
Lebih jauh, semangat anak-anak ini sejalan dengan prinsip dasar pencarian pengetahuan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim,” (HR. Ibnu Majah). Membekali anak dengan pemahaman teknologi sejak usia dini adalah bentuk tanggung jawab untuk menyiapkan mereka menghadapi tantangan zaman, memastikan umat tidak tertinggal dalam inovasi dan perkembangan dunia.
Puncak dari pembelajaran eskul ini sebenarnya bukan pada momen ketika robot itu akhirnya bisa menyala dan berjalan. Klimaksnya justru terjadi pada proses diskusi dan trial-and-error di atas meja. Ketika seorang siswa kesulitan dan temannya ikut membantu mencari solusi, di situlah terjadi proses belajar yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya merakit mesin, tetapi juga merakit empati dan kemampuan komunikasi.
Pada akhirnya, robot rakitan itu nantinya akan dibongkar kembali dan dikembalikan ke dalam kotaknya. Namun, cara berpikir sistematis dan pengalaman memecahkan masalah bersama teman sebaya akan menetap di kepala mereka. SDIT Ash-Shiddiqiyyah melalui eskul ini memberikan ruang bermain yang bermutu, di mana anak-anak diizinkan untuk salah, mencoba lagi, dan pada akhirnya berhasil berkat kegigihan mereka sendiri.
“Berawal dari mengutak-atik roda dan kabel hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun, dari meja-meja kelas inilah pondasi logika para pemikir dan inovator masa depan sedang dibangun.”
📸 Galeri Liputan
Ekstrakurikuler & Aktivitas Pembelajaran Seru Sekolah Dasar Swasta Islam Terpadu (SDS IT) Ash-Shiddiqiyyah
Klik pada pamflet di bawah ini untuk memutar video keseruan ekstrakurikuler kami!
Arabian Club
⏳ Menunggu Rilis
Jurnalis Cilik SDIT
⏳ Menunggu Rilis
Public Speaking SDIT
⏳ Menunggu RilisPramuka SDIT
⏳ Menunggu Rilis
Futsal SDIT
⏳ Menunggu RilisHadroh SDIT
⏳ Menunggu RilisMatematika Club SDIT
⏳ Menunggu RilisEnglish Club SDIT
⏳ Menunggu RilisArabian Club SDIT
⏳ Menunggu RilisAsh-Voice SDIT
⏳ Menunggu RilisMTQ SDIT
⏳ Menunggu Rilis
MHQ SDIT
⏳ Menunggu Rilis
Robotik SDIT
▶ Tonton VideoPAI Club SDIT
⏳ Menunggu RilisCerita Bergambar SDIT
⏳ Menunggu RilisScience Club SDIT
▶ Tonton Video
Menari SDIT
⏳ Menunggu RilisBimbel (Kelas 6) SDIT
⏳ Menunggu RilisBerita Sekolah Dasar Swasta Islam Terpadu (SDS IT) Ash-Shiddiqiyyah Lainnya